KELURAHAN CIKETINGUDIK

  1. GAMBARAN UMUM
    • Sejarah  Kelurahan Ciketingudik

      Kelurahan Ciketingudik adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Bantargerbang Kota Bekasi, yang terbentuk dalam Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2002 ,Tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 04 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Wilayah Administatif Kecamatan dan Kelurahan .

Berdasarkan keterangan dari tokoh Masyarakat dan Aparatur yang ada di Kelurahan Ciketingudik sejarah terjadi /terbentuknya Kelurahan Ciketingudik dan nama Ciketingudik yang terdiri dari 3 (tiga) Suku kata yaitu sebagai berikut;

Penjelasannya adalah dikarenakan ada 3 (tiga) tempat/wilayah yang bernama sama yaitu :

1.Ciketing Tanah Merah yang berada di wilayah Kelurahan Mustikajaya  Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi.Kota Bekasi.

2.Ciketing Sumur Batu yang berada di wilayah Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargerbang Kota Bekasi.

3.Ciketingudik sendiri yang berada di wilayah Kelurahan Ciketingudik Kecamatan Bantargerbang Kota Bekasi.

Diantara Ke 3 (Tiga) nama tempat tersebut yang berada paling ujung adalah Ciketingudik .Awal dari nama Ciketingudik yaitu pecahan dari Desa Sumur tahun 1980 menjadi DEsa Ciketingudik, pada waktu itu dijabat oleh M. Karim. S sebagai PJS Kepala Desa pada tahun 1980 kemudian 1983 di adakan pemilihan Kepala Desa (PILKADES) yang ikut dalam pemilihan tersebut yaitu, Samat, Nesin dan Kardi. dalam pemilihan Kades pada waktu itu dimenangkan oleh Bapak Samat dan kemudian dilantik menjadi Kades Ciketingudik pada tahun 1983 s/d 1992.Kemudian awal tahun 1993 di PJSKan  kepada saudara Yesty Maryaty ,

Kemudian Singkat Cerita pada tahun 2001 Desa Ciketingudik berubah status menjadi Kelurahan .Adsapun Pejabat Lurah sebagai berikut :

1.Tahun 2001 s.d 2004           Yang menjabat  : ABDUL HAMID.

2.Tahun 2004 s.d 2006           Yang menjabat  : H.TONI SURYANA.

3.Tahun 2006 s.d 2008           Yang menjabat  :  ADE MUHTADI.

4.Tahun 2008 s.d 2009           Yang menjabat  :  H.BURHANUDIN.

5.Tahun 2009 s.d 2014           Yang Menjabat  :  PAMINTO,SP

6.Tahun 2014 – Sekarang                                    : NATA WIRYA ,S,Sos,M.Si

 

Perlu diketahui bahwa nama Ciketingudik berasal dari :

Ci         yaitu               : Cai atau Air.

Keting yaitu                 : ikan,ikan yang mirip ikan lele berwarna putih.

Udik    yaitu               : Ujung artinya yang paling ujung.

 

Seiring kebijakan Pemerintah Daerah Kota Bekasi, yang tertuang dalam rencana Umum Tatan Ruang Daerah (RUTRD) Kota Bekasi, bahwa Kelurahan Ciketingudik merupakan wilayah pembuangan sampah/limbah dari Pemerintah DKI Jakarta, pengembangn Holtikultura TPA di Pabrik,sedangkan untuk tempat pembuangan sampah sekitar 72 Ha dan keberadaan TPST  Kelurahan Ciketingudik telah  membawa dampak yang kurang baik, antara lain :

  • Banyaknya gubuk-gubuk liar yang dihuni oleh para pemulung yang sulit untuk ditertibkan sehingga wilayah Kelurahan Ciketingudik terkesan kumuh.
  • Mayoritas pemulung yang ada adalah pendatang dari luar daerah, antara lain : dari daerah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kerawang, sedangkan kedatangan mereka tidak melaporkan diri sehingga sulit dipantau.
  • Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) belum dikelola dengan baik dan maksimal sehingaga dampak pencemaran air maupun udara berpengaruh terhadap kondisi lingkungan.

Adapun segi positifnya keberadaan TPST di Kelurahan Ciketingudik antara lain :

  1. Adanya lapangan kerja dari sebagian warga masyarakat Kelurahan Ciketingudik
  2. Pembangunan sarana dan prasarana dapat dilaksanakan dengan adanya dana konvensasi TPST dari Pemerintah DKI Jakarta sehingga dapat meringankan beban APBD Kota Bekasi .

 

Dampak lain dengan adanya tempat pembuangan sampah di Kelurahan Ciketingudik antara lain :

  1. Harga jual tanah di wilayah Kelurahan Ciketingudik cendrung turun bahkan disebagian wilayah masih ada harga tanah dibawah NJOP.
  2. Tingkat perkembangan penduduk masih rendah karena minat masyarakat untuk tinggal di Kelurahan Ciketingudik sangat rendah.

Sebagai wilayah pengembangan dan industry masyarakat Kelurahan Ciketingudik sebagai penopang peran serta Pemerintah Kota Bekasi,sesuai dengan Visi dan Misi nya  Maju ,Sehjatera dan Ihsan.

 

 

 

 

 

  1. KONDISI FISIK DAN POTENSI WILAYAH
    • Kondisi Fisik

Kelurahan Ciketingudik merupakan  salah satu dari empat kelurahan yang ada di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi dengan luas wilayah : 343,34 Ha berada pada 105 meter diatas permukaan  laut dengan suhu udara rata-rata 27ºC - 37ºC.

Untuk jelasnya kondisi fisik Kelurahan Ciketingudik dapat kami gambarkan sebagai berikut :

  1. Batas-batas Wilayah

Sebelah Utara              :Berbatasan dengan Kelurahan       Cikiwul,Kecamatan Bantargebang

Sebelah Timur             :Bebatasan dengan Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantargebang

Sebelah Selatan           :Berbatasan dengan Desa Limusnunggal Kecamatan Limusnunggal, Kabupaten Bogor

Sebelah  Barat             : Berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

 

  1. Permukaan Tanah

- Daratan              : 343,34           Ha

- Landai                :       -               Ha

- Bebukit              :       -               Ha

- Rawa                  :       -               Ha

 

 

 

  1. Luas Tanah Menurut Penggunaanya

- Tanah Pemukiman Penduduk                                        :      193 Ha

- Tanah Perkantoran                                                         :          3 Ha

- Tanah Pemakaman Umum                                             :          5 Ha

- Tanah Perusahaan / Industri                                          :        20 Ha

- Tanahy sawah tadah hujan / milik perseorangan           :        22 Ha

- Tanah Irigasi                                                                  :         ½ Ha

- Tanah TPA Sampat DKI                                               :        72 Ha

- Tanah Sarana Pendidikan                                              :          3 Ha

- Tanah Tegalan dan Kebun                                             : 39.840 Ha

- Tanah Lapangan                                                            :           1 Ha

- Sarana Jalan                                                                   :           5 Ha

 

  1. Status Tanah Menurut Pemiliknya

- Sertifikat Hak Milik Perorangan                        :  60 %

- Sertifikat Hak Milik Bangunan                                     :  35 %

- Tanah yang belum bersertifikat                         :    5 %

 

  1. Luas Tanah menurut jenis dan tingkat kesuburannya

- Tanah merah                                                      : 343,34   Ha

- Tanah Putih                                                        :        -      Ha

- Tanah Subur                                                       : 271,34   Ha

- Tanah tidak Subur / Tandus                               :          72 Ha

 

 

  1. Orbitasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan Kelurahan )

- Jarak dari pusat Pemerintahan Kecamatan                    : 3,5    km

- Jarak dari pusat Pemerintahan Kota Bekasi                  : 15     km

- Jarak dari Ibu Kota Propinsi                                          : 204   km

- Jarak dari Ibu Kota Negara                                           :   47   km

.